Apa Itu Aqiqah? Pengertian, Hukum, dan Tata Cara Menurut Islam
Hosen · 23 Agustus 2026 · 2 dilihat

Apa itu aqiqah? Aqiqah adalah ibadah berupa penyembelihan hewan sebagai bentuk rasa syukur kepada Allah SWT atas kelahiran seorang anak. Dalam ajaran Islam, aqiqah termasuk amalan yang disunnahkan dan berkaitan dengan kelahiran bayi. Pelaksanaannya umumnya dilakukan dengan menyembelih kambing, kemudian dagingnya dimasak dan dibagikan kepada keluarga, kerabat, tetangga, serta orang yang membutuhkan.
Bagi orang tua yang baru dikaruniai anak, memahami pengertian aqiqah, hukum aqiqah dalam Islam, hingga tata cara aqiqah yang benar penting agar ibadah yang dilakukan sesuai tuntunan syariat.
Pengertian Aqiqah dalam Islam
Secara sederhana, pengertian aqiqah adalah penyembelihan hewan karena kelahiran seorang anak sebagai bentuk syukur kepada Allah SWT. Aqiqah bukan sekadar tradisi atau acara syukuran, tetapi memiliki dasar dalam sunnah Rasulullah SAW.
Salah satu hadits yang menjadi dasar pelaksanaan aqiqah adalah sabda Rasulullah SAW:
“Seorang anak tergadai dengan aqiqahnya. Disembelihkan untuknya pada hari ketujuh, dicukur rambutnya dan diberi nama.”
Hadits tersebut diriwayatkan antara lain oleh Abu Dawud dan menjadi salah satu dasar pembahasan mengenai aqiqah.
Hadits tersebut menunjukkan bahwa aqiqah berkaitan erat dengan kelahiran seorang anak. Di dalamnya juga terdapat beberapa amalan yang dianjurkan, yaitu menyembelih hewan aqiqah, mencukur rambut bayi, dan memberikan nama yang baik.
Dengan demikian, aqiqah dapat dipahami sebagai bentuk ibadah sekaligus ungkapan rasa syukur orang tua atas amanah dan nikmat berupa anak.
Hukum Aqiqah dalam Islam
Lalu, bagaimana hukum aqiqah dalam Islam?
Pada dasarnya, aqiqah hukumnya sunnah muakkadah, yaitu sunnah yang sangat dianjurkan bagi orang yang mampu melaksanakannya. Aqiqah bukan kewajiban yang harus dilakukan oleh setiap orang tua tanpa mempertimbangkan kemampuan ekonomi.
Dalam pembahasan fikih, kesunnahan aqiqah ditujukan kepada pihak yang bertanggung jawab memberikan nafkah kepada anak. Karena itu, orang tua dianjurkan melaksanakan aqiqah apabila memiliki kemampuan.
Rasulullah SAW juga menjelaskan jumlah hewan yang disembelih. Dalam hadits dari Ummu Kurz Al-Ka'biyyah, Rasulullah SAW bersabda bahwa untuk anak laki-laki dua ekor kambing yang sepadan, sedangkan untuk anak perempuan satu ekor kambing. Hadits tersebut diriwayatkan oleh Abu Dawud dan dinilai sahih.
Namun, terdapat pembahasan fikih bahwa satu kambing sudah dapat memenuhi pokok kesunnahan aqiqah untuk anak laki-laki, sementara dua kambing merupakan bentuk yang lebih sempurna. Hal ini antara lain didasarkan pada riwayat bahwa Rasulullah SAW mengaqiqahi Hasan dan Husain masing-masing dengan satu kambing.
Karena itu, orang tua sebaiknya tidak merasa terbebani apabila kondisi ekonominya belum memungkinkan untuk melaksanakan bentuk aqiqah yang paling sempurna. Prinsipnya adalah menjalankan ibadah sesuai kemampuan.
Kapan Waktu Aqiqah yang Dianjurkan?
Salah satu bagian penting dalam panduan aqiqah lengkap adalah mengetahui kapan aqiqah sebaiknya dilakukan.
Waktu yang paling utama untuk aqiqah adalah hari ketujuh setelah kelahiran anak. Pada waktu tersebut, selain menyembelih hewan aqiqah, terdapat pula anjuran mencukur rambut bayi dan memberikan nama.
Hadits tentang aqiqah menyebutkan pelaksanaan pada hari ketujuh, sehingga hari tersebut menjadi waktu yang sangat dianjurkan.
Namun, apabila orang tua belum mampu melaksanakan aqiqah pada hari ketujuh, terdapat pembahasan ulama mengenai pelaksanaannya pada waktu setelahnya. Dalam praktik fikih, aqiqah dapat dilakukan ketika orang tua telah memiliki kemampuan. Karena itu, keterlambatan pelaksanaan tidak seharusnya membuat orang tua merasa putus asa.
Yang paling penting adalah memahami bahwa aqiqah merupakan ibadah sunnah, sehingga pelaksanaannya perlu mempertimbangkan kemampuan dan tidak dilakukan dengan cara memaksakan diri hingga menimbulkan kesulitan finansial.
Tata Cara Aqiqah yang Benar
Lantas, bagaimana tata cara aqiqah yang benar menurut Islam?
Secara umum, aqiqah dilakukan dengan menyembelih hewan yang memenuhi ketentuan, disertai niat aqiqah untuk anak yang dilahirkan. Setelah penyembelihan, daging aqiqah kemudian diolah dan dibagikan.
Berikut gambaran tata cara aqiqah sesuai sunnah yang dapat dijadikan panduan.
1. Menentukan anak yang diaqiqahi
Aqiqah dilakukan sebagai bentuk syukur atas kelahiran anak. Orang tua menentukan aqiqah untuk anak yang akan diaqiqahi dan mempersiapkan segala kebutuhan pelaksanaannya.
2. Menyiapkan hewan aqiqah
Hewan yang paling dikenal untuk aqiqah adalah kambing atau domba. Untuk anak laki-laki, bentuk yang paling sempurna adalah dua ekor kambing, sedangkan anak perempuan satu ekor.
Dalil mengenai perbedaan jumlah tersebut terdapat dalam hadits Ummu Kurz yang diriwayatkan oleh Abu Dawud dan At-Tirmidzi.
Dalam memilih hewan, sebaiknya orang tua memperhatikan kesehatan dan kelayakan hewan. Ketentuan mengenai kualitas hewan aqiqah dalam pembahasan fikih memiliki kemiripan dengan ketentuan hewan kurban.
3. Menyembelih hewan dengan tata cara yang sesuai syariat
Penyembelihan harus dilakukan dengan memperhatikan aturan penyembelihan dalam Islam, termasuk menyebut nama Allah dan menggunakan cara yang sesuai syariat.
Niat aqiqah dilakukan sebagai ibadah kepada Allah SWT dan sebagai bentuk syukur atas kelahiran anak.
4. Mencukur rambut bayi
Dalam hadits mengenai aqiqah juga disebutkan amalan mencukur rambut bayi pada hari ketujuh.
Mencukur rambut bukan sekadar bagian dari acara, tetapi termasuk amalan yang disebutkan dalam sunnah berkaitan dengan aqiqah. Dalam salah satu riwayat, Rasulullah SAW juga memerintahkan Fatimah untuk mencukur rambut Hasan dan bersedekah dengan nilai perak seberat rambut tersebut.
5. Memberikan nama yang baik
Memberikan nama yang baik merupakan bagian penting dalam rangkaian amalan kelahiran anak. Hadits tentang aqiqah menyebutkan penyembelihan, pencukuran rambut, dan pemberian nama.
Nama bukan hanya identitas, tetapi juga doa dan harapan orang tua bagi kehidupan anak. Karena itu, memilih nama yang memiliki makna baik merupakan hal yang patut diperhatikan.
6. Membagikan daging aqiqah
Daging aqiqah kemudian dapat dimasak dan dibagikan kepada keluarga, kerabat, tetangga, maupun masyarakat yang membutuhkan.
Dalam praktik masyarakat Muslim, pembagian daging aqiqah menjadi sarana berbagi kebahagiaan atas kelahiran anak. Hal tersebut juga sejalan dengan nilai sosial Islam, yaitu berbagi rezeki dan mempererat hubungan dengan keluarga serta masyarakat.
Syarat Aqiqah yang Perlu Diperhatikan
Apa saja syarat aqiqah?
Dalam pelaksanaannya, beberapa hal penting yang perlu diperhatikan antara lain:
Pertama, hewan yang digunakan harus merupakan hewan yang layak untuk disembelih dan memenuhi ketentuan syariat. Kedua, penyembelihan dilakukan karena aqiqah sebagai ibadah kepada Allah SWT. Ketiga, pelaksanaannya dilakukan oleh orang yang memiliki tanggung jawab terhadap nafkah anak dan memiliki kemampuan.
Jumlah hewan juga perlu diperhatikan. Untuk anak laki-laki, dua ekor kambing merupakan bentuk yang paling sempurna berdasarkan hadits, sedangkan anak perempuan satu ekor. Namun, sebagian ulama menjelaskan bahwa satu kambing untuk anak laki-laki sudah memenuhi pokok kesunnahan aqiqah.
Ketentuan Aqiqah dalam Islam Jika Orang Tua Belum Mampu
Islam tidak mengajarkan umatnya untuk membebani diri dalam menjalankan ibadah sunnah. Karena itu, kemampuan ekonomi menjadi salah satu pertimbangan penting dalam aqiqah.
Jika orang tua belum mampu melaksanakan aqiqah ketika anak lahir, mereka dapat menundanya hingga memiliki kemampuan. Dalam pembahasan ulama, terdapat pula rincian mengenai aqiqah setelah anak beranjak besar atau telah baligh.
Hal ini menunjukkan bahwa aturan aqiqah dalam Islam perlu dipahami secara menyeluruh. Aqiqah adalah ibadah yang dianjurkan, bukan alasan bagi orang tua untuk berutang atau mengalami kesulitan finansial yang berat.
Cara Melaksanakan Aqiqah dengan Praktis
Di zaman sekarang, cara melaksanakan aqiqah dapat dilakukan secara langsung oleh keluarga atau melalui layanan aqiqah yang membantu proses penyediaan hewan, penyembelihan, pengolahan, hingga distribusi makanan.
Jika menggunakan jasa aqiqah, orang tua tetap perlu memastikan bahwa penyedia layanan memahami ketentuan syariat, menggunakan hewan yang sehat dan layak, serta melakukan proses penyembelihan sesuai aturan Islam.
Yang perlu diingat, kemudahan teknis tidak mengubah hakikat aqiqah. Inti ibadahnya tetap berupa penyembelihan hewan sebagai bentuk taqarrub dan rasa syukur kepada Allah SWT atas kelahiran anak.
Kesimpulan
Jadi, apa itu aqiqah? Aqiqah adalah ibadah penyembelihan hewan sebagai bentuk rasa syukur kepada Allah SWT atas kelahiran seorang anak. Hukumnya secara umum adalah sunnah muakkadah bagi orang yang mampu.
Tata cara aqiqah sesuai sunnah yang utama berkaitan dengan penyembelihan hewan, mencukur rambut bayi, dan memberikan nama yang baik. Aqiqah dianjurkan dilakukan pada hari ketujuh setelah kelahiran. Untuk anak laki-laki, dua ekor kambing merupakan bentuk yang paling sempurna, sedangkan untuk anak perempuan satu ekor kambing.
Memahami ketentuan aqiqah dalam Islam membantu orang tua menjalankan ibadah dengan lebih tenang dan sesuai tuntunan. Aqiqah bukan hanya acara untuk merayakan kelahiran, tetapi juga wujud syukur kepada Allah SWT, doa untuk kebaikan anak, sekaligus kesempatan untuk berbagi kebahagiaan dengan keluarga dan masyarakat.
FAQ Seputar Aqiqah
1. Apa itu aqiqah?
Aqiqah adalah penyembelihan hewan sebagai bentuk syukur kepada Allah SWT atas kelahiran seorang anak. Aqiqah merupakan ibadah yang disunnahkan dalam Islam.
2. Apa hukum aqiqah dalam Islam?
Hukum aqiqah pada dasarnya adalah sunnah muakkadah bagi orang yang mampu. Karena itu, orang tua yang memiliki kemampuan sangat dianjurkan melaksanakannya.
3. Kapan waktu aqiqah yang paling utama?
Waktu yang paling utama adalah hari ketujuh setelah kelahiran anak. Pada waktu tersebut juga dianjurkan mencukur rambut dan memberikan nama.
4. Berapa kambing untuk aqiqah anak laki-laki dan perempuan?
Berdasarkan hadits, dua kambing untuk anak laki-laki dan satu kambing untuk anak perempuan. Dua kambing merupakan bentuk yang paling sempurna untuk anak laki-laki.
5. Apakah aqiqah anak laki-laki boleh satu kambing?
Dalam pembahasan fikih, satu kambing dapat memenuhi pokok kesunnahan aqiqah untuk anak laki-laki, meskipun dua kambing merupakan bentuk yang lebih sempurna.
6. Apa saja tata cara aqiqah yang benar?
Secara umum, tata caranya adalah menyiapkan hewan yang layak, melakukan penyembelihan sesuai syariat, mencukur rambut bayi, memberikan nama yang baik, dan membagikan daging aqiqah.
7. Bagaimana jika orang tua belum mampu melakukan aqiqah?
Aqiqah merupakan sunnah, sehingga orang tua tidak perlu memaksakan diri apabila belum mampu. Pelaksanaannya dapat dilakukan ketika sudah memiliki kemampuan, sesuai dengan pembahasan fikih yang berlaku.
