Aqiqah

Bolehkah Aqiqah Setelah Anak Dewasa? Ini Penjelasan Ulama

Hosen · 28 September 2026 · 15 dilihat

Bolehkah Aqiqah Setelah Anak Dewasa? Ini Penjelasan Ulama

Salah satu pertanyaan yang sering muncul di tengah masyarakat adalah bolehkah aqiqah setelah dewasa? Pertanyaan ini biasanya muncul ketika orang tua belum sempat melaksanakan aqiqah ketika anak masih bayi. Ada yang terkendala biaya, belum memahami ketentuannya, atau memiliki kondisi tertentu yang menyebabkan aqiqah belum terlaksana.

Dalam Islam, waktu yang paling utama untuk melaksanakan aqiqah memang berkaitan dengan hari ketujuh setelah kelahiran. Namun, bagaimana jika aqiqah belum dilakukan hingga anak berusia beberapa tahun, bahkan sudah dewasa?

Pembahasan mengenai batas waktu aqiqah memiliki beberapa perbedaan pendapat di kalangan ulama. Karena itu, penting memahami dalil dan pandangan ulama sebelum mengambil keputusan.

Kapan Waktu Aqiqah yang Dianjurkan?

Pertanyaan kapan waktu aqiqah dapat dijawab dengan merujuk kepada hadis Rasulullah SAW tentang aqiqah.

Rasulullah SAW bersabda:

“Setiap anak tergadaikan dengan aqiqahnya, disembelihkan untuknya pada hari ketujuh, dicukur rambutnya dan diberi nama.”

(HR. Abu Dawud, Tirmidzi, dan An-Nasa’i)

Hadis tersebut menunjukkan bahwa aqiqah hari ke 7 merupakan waktu yang sangat dianjurkan. Pada waktu tersebut, selain menyembelih aqiqah, terdapat pula amalan mencukur rambut dan memberikan nama kepada anak.

Oleh karena itu, apabila orang tua memiliki kemampuan, waktu terbaik aqiqah menurut tuntunan hadis adalah pada hari ketujuh setelah kelahiran.

Namun, ketidakmampuan melaksanakan aqiqah pada hari ketujuh tidak berarti kesempatan untuk melakukan aqiqah otomatis berakhir.

Apakah Aqiqah Bisa Dilakukan pada Hari ke-14 atau ke-21?

Selain aqiqah hari ke 7, masyarakat juga mengenal pelaksanaan aqiqah pada hari ke-14 dan ke-21.

Dasar mengenai hari ke-14 dan ke-21 berasal dari sejumlah riwayat yang dibahas oleh para ulama. Sebagian ulama menjadikan hari ke-14 dan ke-21 sebagai waktu berikutnya setelah hari ketujuh apabila aqiqah belum terlaksana.

Dengan demikian, istilah aqiqah hari ke 14 dan aqiqah hari ke 21 cukup dikenal dalam pembahasan fikih aqiqah.

Namun, terdapat perbedaan penilaian ulama terhadap kekuatan sebagian riwayat yang berkaitan dengan hari ke-14 dan ke-21. Karena itu, tidak tepat menganggap bahwa hari ke-14 atau ke-21 merupakan kewajiban yang harus dilakukan.

Yang jelas, hari ketujuh memiliki dasar hadis yang kuat dan merupakan waktu yang paling dikenal dalam sunnah.

Bolehkah Aqiqah Setelah Anak Dewasa?

Lalu, bolehkah aqiqah setelah dewasa?

Masalah ini merupakan perkara yang dibahas oleh para ulama dengan beberapa pandangan. Salah satu pendapat menyatakan bahwa aqiqah merupakan tanggung jawab orang tua dan dianjurkan dilakukan ketika anak masih kecil, terutama pada hari ketujuh.

Apabila orang tua tidak melaksanakannya hingga anak dewasa, terdapat perbedaan pendapat mengenai apakah aqiqah tersebut masih disunnahkan bagi orang tua setelah anak dewasa.

Sebagian ulama berpendapat bahwa kesunnahan aqiqah bagi orang tua berkaitan dengan masa sebelum anak mencapai usia baligh. Setelah anak baligh, tanggung jawab tersebut tidak lagi berada pada orang tua menurut pendapat tersebut.

Di sisi lain, terdapat ulama yang memberikan ruang bagi seseorang yang sudah dewasa untuk melakukan aqiqah bagi dirinya sendiri apabila dahulu belum diaqiqahi. Pandangan ini antara lain dikenal dalam sebagian pendapat ulama mazhab Syafi'i.

Karena adanya perbedaan pendapat tersebut, seseorang yang menghadapi kondisi ini dapat mengikuti pendapat ulama yang dipercaya.

Bagaimana Jika Aqiqah Anak Terlambat?

Istilah aqiqah anak terlambat sebenarnya perlu dipahami secara hati-hati. Terlambat dalam konteks ini berarti aqiqah tidak dilaksanakan pada waktu utama, yaitu hari ketujuh.

Jika orang tua belum mampu melaksanakan aqiqah karena kondisi ekonomi, hal tersebut berbeda dengan sengaja meninggalkan ibadah karena menganggapnya tidak penting.

Rasulullah SAW bersabda:

“Barang siapa di antara kalian yang ingin menyembelih untuk anaknya, maka hendaklah ia melakukannya.”

(HR. Abu Dawud dan An-Nasa'i)

Hadis tersebut menjadi salah satu dasar bahwa aqiqah berkaitan dengan kemampuan dan kehendak orang tua.

Karena itu, keluarga yang belum mampu pada saat anak lahir tidak perlu merasa terbebani. Ketika sudah memiliki kemampuan, persoalan pelaksanaan aqiqah dapat dikonsultasikan dengan ustadz atau ahli fikih yang dipercaya.

Apakah Ada Batas Waktu Aqiqah?

Pertanyaan mengenai batas waktu aqiqah tidak memiliki satu jawaban yang disepakati oleh seluruh ulama.

Hari ketujuh merupakan waktu utama berdasarkan hadis. Setelah itu terdapat perbedaan pendapat mengenai hari ke-14, ke-21, dan pelaksanaan setelahnya.

Sebagian ulama membatasi kesunnahan aqiqah pada masa tertentu, sementara sebagian lainnya memberikan kelonggaran. Perbedaan ini merupakan bagian dari khazanah fikih Islam.

Karena itu, seseorang tidak sebaiknya menganggap bahwa orang tua yang tidak melakukan aqiqah pada hari ketujuh telah kehilangan kesempatan secara mutlak. Masalah ini perlu dilihat berdasarkan pendapat ulama yang diikuti.

Bagaimana Jika Anak Sudah Dewasa tetapi Belum Diaqiqahi?

Jika seseorang sudah dewasa dan dahulu belum diaqiqahi, terdapat beberapa pilihan pendapat fikih yang dapat dipertimbangkan.

Pertama, mengikuti pendapat yang menyatakan bahwa aqiqah merupakan tanggung jawab orang tua dan kesunnahannya berakhir ketika anak telah baligh.

Kedua, mengikuti pendapat yang membolehkan atau menganjurkan orang yang telah dewasa untuk melakukan aqiqah bagi dirinya sendiri apabila dahulu belum diaqiqahi.

Tidak ada salahnya mempelajari kedua pandangan tersebut. Yang terpenting adalah tidak menjadikan masalah khilafiyah sebagai alasan untuk saling menyalahkan.

Dalam perkara ibadah yang memiliki perbedaan pendapat, seorang Muslim dapat mengikuti ulama yang memiliki kompetensi dan dipercaya.

Apakah Aqiqah Harus Dilaksanakan dengan Acara Besar?

Aqiqah tidak harus berupa acara besar atau pesta yang menghabiskan banyak biaya. Inti aqiqah adalah penyembelihan hewan sebagai bentuk syukur atas kelahiran anak.

Karena itu, keluarga dapat melaksanakan aqiqah secara sederhana. Daging dapat dimasak dan dibagikan kepada keluarga, kerabat, tetangga, maupun orang yang membutuhkan.

Saat ini juga tersedia layanan aqiqah siap saji yang dapat membantu keluarga yang tidak ingin repot menyiapkan makanan sendiri.

Memilih Jasa Aqiqah untuk Pelaksanaan yang Praktis

Bagi keluarga yang ingin melaksanakan aqiqah tetapi memiliki keterbatasan waktu, menggunakan jasa aqiqah siap antar dapat menjadi solusi.

Layanan jasa aqiqah dengan pengantaran memungkinkan makanan aqiqah dikirim langsung ke rumah atau lokasi yang telah ditentukan. Dengan demikian, keluarga tidak harus mengurus seluruh proses memasak dan pengemasan sendiri.

Namun, jangan memilih layanan hanya berdasarkan kedekatan atau harga. Pastikan hewan yang digunakan memenuhi ketentuan, proses penyembelihan dilakukan sesuai syariat, dan makanan diolah dengan bahan yang halal.

Jika sedang mencari jasa aqiqah terdekat atau catering aqiqah terdekat, periksa terlebih dahulu detail layanan, area pengiriman, isi paket, jumlah porsi, dan biaya pengantaran.

Aqiqah Siap Antar untuk Keluarga

Konsep aqiqah siap antar semakin memudahkan keluarga yang ingin melaksanakan aqiqah. Makanan dapat disiapkan dalam bentuk nasi box atau paket hidangan yang kemudian dikirim ke rumah penerima.

Model layanan seperti ini cocok bagi keluarga yang ingin membagikan makanan aqiqah kepada kerabat, tetangga, atau masyarakat sekitar tanpa harus memasak sendiri.

Meski praktis, aspek syariat tetap harus menjadi perhatian. Pastikan penyedia jasa dapat menjelaskan proses pengadaan hewan, penyembelihan, pengolahan, serta pengemasan makanan.

Layanan Aqiqah SyariaID

SyariaID menyediakan layanan aqiqah untuk membantu keluarga melaksanakan aqiqah dengan lebih praktis. Bagi keluarga yang mencari layanan aqiqah siap antar, pilihan paket dapat disesuaikan dengan kebutuhan dan jumlah penerima.

Dengan menggunakan layanan aqiqah, keluarga tidak perlu mengurus seluruh proses dari awal, sehingga pelaksanaan dapat dilakukan dengan lebih mudah.

Sebelum memilih paket, keluarga tetap dianjurkan memastikan detail layanan, termasuk jenis hewan, proses penyembelihan, menu, jumlah porsi, dan area pengiriman.

Jika Anda sedang mencari jasa aqiqah dengan pengantaran yang praktis, layanan aqiqah SyariaID dapat menjadi salah satu pilihan untuk membantu kebutuhan keluarga.

Kesimpulan

Jadi, bolehkah aqiqah setelah dewasa? Masalah ini memiliki perbedaan pendapat di kalangan ulama. Hari ketujuh merupakan waktu yang paling utama berdasarkan hadis Rasulullah SAW. Mengenai pelaksanaan pada hari ke-14, ke-21, maupun setelah anak dewasa, terdapat perbedaan pandangan ulama.

Orang tua yang belum mampu melaksanakan aqiqah ketika anak masih kecil tidak perlu merasa terbebani. Aqiqah merupakan sunnah yang berkaitan dengan kemampuan.

Bagi seseorang yang sudah dewasa dan belum pernah diaqiqahi, ia dapat mempelajari pendapat ulama yang membolehkan aqiqah untuk dirinya sendiri, sementara ada pula ulama yang memandang kesunnahan tersebut berkaitan dengan tanggung jawab orang tua sebelum anak baligh.

Yang terpenting, pelaksanaan aqiqah dilakukan dengan memahami dalil, mengikuti pendapat ulama yang dipercaya, dan tidak memberatkan diri.

Untuk keluarga yang ingin melaksanakan aqiqah secara praktis, tersedia pilihan jasa aqiqah siap antar, aqiqah siap saji, dan layanan pengantaran makanan sehingga proses berbagi hidangan aqiqah dapat dilakukan dengan lebih mudah.

FAQ Bolehkah Aqiqah Setelah Anak Dewasa?

1. Bolehkah aqiqah setelah anak dewasa?

Terdapat perbedaan pendapat ulama. Sebagian ulama memandang aqiqah merupakan tanggung jawab orang tua yang kesunnahannya berkaitan dengan masa sebelum anak baligh. Sebagian lainnya membolehkan seseorang yang telah dewasa melakukan aqiqah untuk dirinya sendiri apabila dahulu belum diaqiqahi.

2. Kapan waktu terbaik aqiqah?

Waktu yang paling utama adalah hari ketujuh setelah kelahiran berdasarkan hadis Rasulullah SAW.

3. Apakah boleh aqiqah hari ke-14?

Sebagian ulama membahas hari ke-14 sebagai waktu setelah hari ketujuh apabila aqiqah belum dilaksanakan. Namun, terdapat perbedaan pendapat mengenai dasar dan kekuatan riwayatnya.

4. Apakah boleh aqiqah hari ke-21?

Aqiqah hari ke-21 juga dikenal dalam pembahasan fikih. Sebagian ulama membolehkannya berdasarkan riwayat yang dibahas dalam masalah waktu aqiqah. Namun, terdapat perbedaan pendapat mengenai kekuatan riwayat tersebut.

5. Apakah aqiqah anak terlambat masih bisa dilakukan?

Jika aqiqah tidak dilakukan pada hari ketujuh, terdapat perbedaan pendapat ulama mengenai pelaksanaan setelahnya. Orang tua dapat mengikuti pendapat ulama yang dipercaya sesuai kondisi dan kemampuan.

6. Apakah aqiqah harus dilakukan dengan memasak sendiri?

Tidak. Keluarga dapat menggunakan jasa pihak lain untuk penyediaan, penyembelihan, memasak, dan pengantaran makanan selama prosesnya dilakukan sesuai ketentuan syariat.

7. Apa keuntungan menggunakan jasa aqiqah siap antar?

Jasa aqiqah siap antar memberikan kemudahan karena makanan dapat disiapkan dan dikirim ke lokasi yang ditentukan. Keluarga tidak perlu mengurus sendiri proses memasak dan pengemasan, sehingga pembagian makanan aqiqah menjadi lebih praktis.

 

Bagikan:FacebookX / TwitterWhatsApp

Artikel Terkait