Perbedaan Makharijul Huruf yang Sering Salah Diucapkan Pemula
Zulfikar · 17 Agustus 2026 · 3 dilihat

Salah satu tantangan terbesar bagi pemula yang belajar baca Quran adalah ketepatan makharijul huruf, yaitu tempat keluarnya huruf hijaiyah saat diucapkan. Banyak huruf yang terlihat mirip di mata pemula namun sebenarnya memiliki tempat keluar dan bunyi yang sangat berbeda. Kesalahan makharijul huruf bukan sekadar masalah pelafalan, tetapi bisa mengubah makna sebuah kata dalam Al-Qur'an. Artikel ini akan membahas huruf-huruf yang paling sering salah diucapkan pemula, lengkap dengan dalil Al-Qur'an dan hadits yang menegaskan pentingnya ketepatan bacaan.
Pentingnya Ketepatan Bacaan dalam Al-Qur'an
Allah SWT memerintahkan agar Al-Qur'an dibaca dengan tartil, yaitu perlahan dan sesuai kaidah yang benar:
"Dan bacalah Al-Qur'an itu dengan tartil (perlahan-lahan dan benar)." (QS. Al-Muzzammil: 4)
Ketepatan makharijul huruf adalah bagian penting dari membaca dengan tartil. Jika huruf diucapkan dari tempat yang salah, bunyi yang dihasilkan pun akan berbeda, dan pada beberapa kasus bisa mengubah makna kata secara keseluruhan. Inilah sebabnya mengapa belajar huruf hijaiyah dengan makhraj yang tepat menjadi fondasi penting sebelum melangkah ke tahap membaca Al-Qur'an secara utuh.
Al-Qur'an Diturunkan dengan Bahasa yang Jelas dan Terperinci
Allah SWT berfirman:
"Kitab yang dijelaskan ayat-ayatnya, yakni bacaan dalam bahasa Arab, untuk kaum yang mengetahui." (QS. Fushshilat: 3)
Ayat ini menegaskan bahwa Al-Qur'an diturunkan dengan bahasa yang jelas dan terperinci, termasuk dalam hal pelafalan hurufnya. Ketelitian dalam mengucapkan setiap huruf sesuai makhrajnya adalah bentuk penghormatan terhadap kejelasan wahyu Allah yang diturunkan dalam bahasa Arab yang sempurna.
Hadits tentang Pentingnya Memperbaiki Bacaan
Rasulullah ﷺ sangat memperhatikan ketepatan bacaan para sahabatnya. Dalam sebuah riwayat, Rasulullah ﷺ pernah mengoreksi bacaan seorang sahabat yang salah melafalkan sebuah kata, sebagaimana disebutkan dalam hadits:
"Bacalah Al-Qur'an sesuai dengan bacaan yang aku ajarkan kepadamu." (HR. Ahmad)
Hadits ini menjadi bukti bahwa ketepatan bacaan, termasuk makharijul huruf, adalah hal yang sangat diperhatikan sejak zaman Rasulullah ﷺ. Beliau tidak membiarkan kesalahan bacaan sahabatnya dibiarkan begitu saja, melainkan langsung dikoreksi agar sesuai dengan bacaan yang diajarkan oleh Malaikat Jibril.
Keutamaan Memperbaiki Bacaan Meski Terbata-bata
Bagi pemula yang masih kesulitan melafalkan makharijul huruf dengan tepat, terdapat kabar gembira dari Rasulullah ﷺ:
"Orang yang mahir membaca Al-Qur'an akan bersama para malaikat yang mulia lagi berbakti. Sedangkan orang yang membaca Al-Qur'an dengan terbata-bata dan merasa berat/susah, maka ia mendapatkan dua pahala." (HR. Bukhari dan Muslim)
Hadits ini menjadi penyemangat bagi siapa saja yang masih dalam proses memperbaiki makharijul huruf. Kesalahan yang wajar terjadi pada tahap belajar bukanlah aib, melainkan bagian dari perjuangan yang bernilai pahala berlipat di sisi Allah.
Huruf-Huruf yang Sering Salah Diucapkan Pemula
Berikut beberapa kelompok huruf hijaiyah yang paling sering tertukar makhraj dan pelafalannya oleh pemula:
1. Huruf Sin (س), Tsa (ث), dan Sya (ش)
Ketiga huruf ini memiliki bunyi yang mirip di telinga pemula, padahal makhrajnya berbeda. Sin keluar dari ujung lidah dekat gigi seri bawah, Tsa keluar dari ujung lidah menyentuh ujung dua gigi seri atas, sedangkan Sya keluar dari tengah lidah menyentuh langit-langit mulut. Kesalahan pada huruf ini bisa mengubah arti kata, misalnya antara kata yang berarti "meletakkan" dan kata yang memiliki makna berbeda.
2. Huruf Dzal (ذ), Za (ز), dan Dho (ظ)
Ketiga huruf ini juga sering tertukar karena kemiripan bunyi. Dzal keluar dari ujung lidah menyentuh ujung gigi seri atas dengan sedikit desisan, Za keluar dari ujung lidah dekat gigi seri bawah, sedangkan Dho keluar dari ujung lidah menyentuh ujung dua gigi seri atas dengan penekanan lebih tebal (tafkhim).
3. Huruf Ha (ح) dan Kha (خ)
Huruf Ha memiliki bunyi lebih lembut, keluar dari tengah tenggorokan, sedangkan Kha memiliki bunyi lebih kasar dan bergetar, keluar dari pangkal tenggorokan bagian atas. Pemula sering menyamakan kedua huruf ini padahal keduanya memiliki makhraj yang jauh berbeda.
4. Huruf 'Ain (ع) dan Hamzah (ء)
'Ain memiliki bunyi yang keluar dari tengah tenggorokan dengan tekanan khas, sedangkan Hamzah keluar dari pangkal tenggorokan dengan bunyi yang lebih ringan seperti hentakan. Kesalahan pada huruf ini sangat umum terjadi pada pemula yang bahasa ibunya tidak memiliki bunyi serupa.
5. Huruf Qaf (ق) dan Kaf (ك)
Qaf keluar dari pangkal lidah menyentuh langit-langit mulut bagian belakang dengan bunyi lebih tebal, sedangkan Kaf keluar dari pangkal lidah namun sedikit lebih ke depan dengan bunyi lebih tipis. Banyak pemula yang menyamakan kedua huruf ini sehingga bacaan menjadi kurang tepat.
6. Huruf Dal (د), Dho (ض), dan Ta (ط)
Ketiga huruf ini termasuk huruf yang paling sulit dibedakan oleh pemula, terutama huruf Dho yang merupakan huruf paling khas dalam bahasa Arab dan tidak memiliki padanan di banyak bahasa lain, termasuk bahasa Indonesia.
Mengapa Kesalahan Makharijul Huruf Bisa Berbahaya?
Kesalahan makharijul huruf bukan sekadar masalah pengucapan, tetapi bisa berdampak pada perubahan makna. Beberapa alasan mengapa hal ini perlu diperhatikan dengan serius:
Mengubah makna kata, terutama pada huruf-huruf yang memiliki pasangan makna berbeda seperti Sin dan Tsa.
Mempengaruhi sah atau tidaknya bacaan dalam shalat, khususnya untuk surat Al-Fatihah yang wajib dibaca dengan benar.
Menjadi kebiasaan yang sulit diperbaiki jika dibiarkan tanpa koreksi sejak awal belajar.
Mengurangi kualitas ibadah membaca Al-Qur'an, karena tidak sesuai dengan cara Rasulullah ﷺ mengajarkannya.
Cara Efektif Memperbaiki Makharijul Huruf
Berikut beberapa metode yang bisa membantu pemula memperbaiki kesalahan makharijul huruf:
Belajar langsung dari guru yang bisa mendengar dan mengoreksi bacaan secara real-time.
Latihan di depan cermin, untuk melihat posisi lidah dan mulut saat melafalkan huruf tertentu.
Mendengarkan rekaman bacaan yang benar dari qari yang fasih, kemudian menirukannya berulang kali.
Fokus pada huruf yang sering tertukar, alih-alih mempelajari semua huruf sekaligus tanpa penekanan khusus.
Melakukan setoran bacaan secara rutin, agar kesalahan bisa segera dikoreksi sebelum menjadi kebiasaan.
Ngaji Online: Solusi untuk Memperbaiki Makharijul Huruf
Memperbaiki makharijul huruf sangat sulit dilakukan sendiri karena pembaca tidak bisa mendengar kesalahannya secara objektif. Di sinilah ngaji online menjadi solusi yang efektif, dengan beberapa keunggulan:
Private baca Quran yang memungkinkan guru fokus mengoreksi satu per satu kesalahan makhraj murid.
Setoran bacaan rutin yang membantu memantau perkembangan ketepatan pelafalan huruf dari waktu ke waktu.
Kurikulum khusus makharijul huruf, biasanya tersedia dalam paket ngaji online tingkat dasar hingga menengah.
Fleksibilitas waktu belajar, sehingga latihan bisa dilakukan secara rutin tanpa terganggu kesibukan lain.
Tips Memilih Kursus Baca Quran yang Fokus pada Makharijul Huruf
Berikut hal-hal yang perlu diperhatikan saat memilih kursus baca Quran:
Pastikan pengajar memiliki penguasaan ilmu tajwid dan makharijul huruf yang mumpuni.
Cek apakah tersedia sesi privat ngaji khusus untuk pembenahan makhraj.
Perhatikan metode pengajaran, apakah menggunakan latihan berulang dan koreksi langsung.
Pilih paket baca Quran yang mencakup materi dasar makharijul huruf sebelum lanjut ke tajwid lanjutan.
Cek testimoni atau hasil belajar murid sebelumnya, terutama terkait perbaikan bacaan mereka.
Penutup
Ketepatan makharijul huruf adalah salah satu aspek terpenting dalam belajar Al Quran onine yang sering diabaikan oleh pemula. Dalil Al-Qur'an dan hadits telah menegaskan pentingnya membaca dengan tartil dan sesuai kaidah yang diajarkan Rasulullah ﷺ, sekaligus memberikan kabar gembira berupa pahala berlipat bagi mereka yang masih dalam proses belajar dan memperbaiki bacaannya. Dengan memanfaatkan kursus baca Quran, private ngaji, atau paket ngaji online yang fokus pada pembenahan makharijul huruf, siapa pun bisa memperbaiki kesalahan pelafalan huruf hijaiyah secara bertahap dan terarah.
Jangan biarkan kesalahan makhraj menjadi kebiasaan yang sulit diperbaiki. Mulailah belajar huruf hijaiyah dengan bimbingan yang tepat, ikuti private baca Quran secara rutin, dan jadikan setoran bacaan sebagai bagian dari kebiasaan harian dalam mendekatkan diri kepada Al-Qur'an.


